SUARA INDONESIA
Banner

Beredar Undangan untuk Paslon Bupati Jember Kalah, Bawaslu Jatim: Itu Hoax

JEMBER - Bawaslu Jawa Timur melalui Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Nur Elya Anggraeni membantah, bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat terkait kegiatan sosialisasi putusan MA terkait Pilkada Jember.

Pihaknya memastikan, surat yang beredar berkop, berlogo dan terstempel Bawaslu Jatim itu tidak benar dan dipastikan hoax.

"Sejak tadi pagi, sudah masuk ke internal kami, saya pastikan itu hoax," tegas Nur Elya Anggraeni, anggota Bawaslu Jatim ini dalam pesan voicenya, Rabu (22/12/2021) siang.

Menurut Elya, dari tata naskah dalam surat itu sudah salah dan tidak sesuai dengan pedoman persuratan yang ada di Bawaslu Jatim.

"Ketua kami tidak pernah menandatangani surat itu. Kami, juga tidak pernah menerima surat permohonan dari Bawaslu Kabupaten Jember untuk memfasilitasi kegiatan yang dimaksud," tegasnya.

Dirinya berharap, masyarakat Kabupaten Jember bidak mudah percaya dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat jangan mudah terjebak hoax. Kita fokus pada kemajuan Kabupaten Jember, jangan mudah menjadi produsen hoax atau konsumen hoax," pintanya.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh pemuda bernama Rudianto mengaku bingung dengan surat berkop Bawaslu Jatim ke akunnya.

"Sudah mengira dari awal, bahwa itu hoax. Tapi bagi masyarakat awam dan tidak klarifikasi ini bahaya," ungkapnya.

Pihaknya berharap, Bawaslu Jember segera melakukan klarifikasi lewat media massa, bahwa informasi tersebut sesat dan hoax.

Sebelumnya, beredar surat undangan surat berlogo dan berkop surat Bawaslu Jatim ditujukan kepada calon Bupati Jember kalah Faida - Dwi Arya Nugroho.

Dalam isi redaksinya, udangan tersebut menjelaskan akan ada sosialisasi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait dugaan pelanggaran salah satu paslon dalam pilkada kemaren.

Tempat acaranya sendiri, menurut surat itu, akan diadakan di salah satu hotel di Kabupaten Sidoarjo pada hari ini, Rabu (22/12/2021).

Namun, setelah wartawan Suaraindonesia.co.id Sidoarjo melakukan cek ke lokasi yang dimaksud ternyata tidak benar.


Apa Reaksi Anda?