SUARA INDONESIA JEMBER

Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting ke Siswa SMA, Pemkab Jember Inginkan Generasi Sehat

Fathur Rozi - 12 November 2025 | 10:11
Pendidikan Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting ke Siswa SMA, Pemkab Jember Inginkan Generasi Sehat
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Siswa SMA/sederajat se-Kabupaten Jember di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025). (Foto: Fathur Rozi/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember di masa Bupati Muhammad Fawait kembali menunjukkan kepeduliannya melalui melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus Osis SMA/sederajat se-Kabupaten Jember.

Harapannya, dari sosialisasi itu siswa dapat memahami perihal pentingnya menikah di usia matang sebagai upaya menghentikan rantai stunting.

“Hari ini kita masih menghadapi dua persoalan serius, yakni pernikahan dini dan stunting,” ujar Kepala Dispora Jember, Edy Budi Susilo yang mewakili Bupati Jember pada sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting di Aula Dispendik Jember, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025).

Kata Edy, pernikahan dini bukan hanya tentang usia yang belum matang, melainkan pula perihal kesiapan mental, fisik dan sosial. “Para remaja yang menikah di usia muda, cenderung belum siap menghadapi tanggung jawab sebagai orang tua,” imbuhnya.

Akibat lainnya dari pernikahan dini yaitu resiko kehamilan meningkat, sehingga berkemungkinan besar mengakibatkan stunting pada si calon anak stunting. “Upaya mencegah pernikahan dini, berarti juga mencegah stunting dan memutus rantai kemiskinan antar generasi,” sambungnya.

Edi menjelaskan, Kabupaten Jember memang mengalami penurunan angka stunting. Namun, dalam praktek di lapangan, budaya menikah di usia tak seharusnya masih mengakar.

Sehingga, ia berharap para siswa yang mengikuti sosialisasi tersebut dapat memahami betul materi yang diberikan, supaya dapat menjadi pegangan dan dapat menyebarkan luaskan pemahamannya perihal pencegahan pernikahan dini.

“Untuk itu, jadikanlah isu pencegahan pernikahan dini sebagai program kerja OSIS kalian. Kampanyekan di Medsos dan adakan diskusi-diskusi positif,” ucapnya kepada para siswa.

Salah satu peserta Sosialisasi, Rivana Keyla, menyampaikan bahwa kegiatan ini tentu begitu bermanfaat baginya, untuk menambah pengetahuan baru tentang bahaya menikah di usia yang belum matang.

“Ini penting bagi saya, karena ada edukasi disini, seperti bagaimana dampak pernikahan dini bagi kesehatan fisik, mental dan dampaknya pada jenjang pendidikan,” jelasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya