SUARA INDONESIA, BONDOWOSO - Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar sosialisasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai seni dan edukatif di SMK Nailul Huda Mrawan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, baru-baru ini.
Kegiatan bertajuk “Dari Sampah Jadi Karya: Inovasi Mathematic Aquaponik untuk Ketahanan Pangan dan Gaya Hidup Berkelanjutan” itu bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, untuk mengelola sampah plastik secara kreatif dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak memanfaatkan bahan plastik bekas seperti botol air mineral, gelas minuman, dan galon rusak menjadi bagian dari sistem Mathematic Aquaponik. Rancangan mini ekosistem yang memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sirkulasi air tertutup. Hasilnya, tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika sekaligus edukatif.
Ketua tim pengabdian, Fury Styo Siskawati menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya kampus untuk menumbuhkan budaya daur ulang yang aplikatif di kalangan pelajar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, tetapi bisa diolah menjadi karya yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.
Selain mengasah kreativitas, program ini juga memperkenalkan penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa belajar menghitung rasio air, volume wadah, hingga perbandingan bahan dalam sistem aquaponik yang mereka rancang sendiri.
“Siswa di sini tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengamalkannya dalam bentuk karya nyata,” imbuh Fury.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian UIJ terhadap persoalan sampah yang masih tinggi di Indonesia, sekaligus contoh sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi lingkungan.
“Inilah pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, karena menggabungkan logika ilmiah dengan kreativitas seni,” tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi