SUARA INDONESIA, JEMBER – Pagi itu, suasana di SMK Islam Al-Imam Cumedak tampak berbeda. Di antara siswa baru yang berseragam rapi dan duduk teratur, tampak sosok berseragam loreng berdiri tegak.
Ia bernama Sertu Haryanto, anggota TNI yang kini bertugas di Koramil Sumberjambe. Wajahnya serius, suaranya tegas, namun penuh semangat.
Bukan tanpa alasan ia hadir di tengah pelajar. Hari itu, ia diundang untuk mengisi materi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Bukan materi biasa. Ia membawa sesuatu yang sangat relevan dan mendasar: disiplin, anti hoaks, serta bahaya penyimpangan sosial yang mengintai generasi muda.
“Disiplin itu tidak bisa muncul begitu saja. Harus dibiasakan, dan dimulai dari diri sendiri. Kalau sudah terbiasa, disiplin akan menjadi karakter,” ucapnya lantang di hadapan puluhan siswa.
Di hadapan para siswa, ia menyampaikan betapa pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah. Ia mencontohkan hal yang sederhana tapi berdampak besar. Datang tepat waktu.
“Bayangkan kalau siswa datang terlambat, sedangkan gurunya sudah siap mengajar. Siapa yang rugi? Siswa itu sendiri,” tegasnya.
Namun, bukan hanya soal disiplin yang dibahas. Sertu Haryanto juga mengingatkan bahaya laten dunia digital. Berita bohong yang bisa memecah belah bangsa, konten provokatif, dan pengaruh negatif lainnya.
“Jangan mau diadu domba oleh informasi yang belum jelas. Kalian harus pintar memilah dan menyaring informasi,” pesannya.
Tak berhenti di situ, Bintara TNI AD ini juga menyinggung soal maraknya judi online, konsumsi minuman keras, serta bahaya Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).
Semuanya dianggap sebagai ancaman nyata yang dapat merusak masa depan pelajar. “Itu semua merusak, melanggar hukum, dan bukan bagian dari budaya kita. Jauhi!” sergahnya penuh penekanan.
Di akhir pertemuan, ia memberi semangat. “Teruslah belajar. Siapa tahu di antara kalian nanti ada yang jadi tentara, jadi pemimpin, atau orang penting yang membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” pesannya.
Salah seorang siswa baru, Fifin Ayunda, mengaku terkesan dengan materi yang disampaikan. “Ternyata disiplin itu penting banget, dan kami juga jadi tahu bagaimana bijak menggunakan media sosial,” ucapnya dengan mata berbinar.
Ia bahkan berharap, kehadiran TNI di sekolah bukan hanya saat MPLS. “Kami senang dan tercerahkan. Terima kasih, Bapak Tentara. Kami tunggu kedatangan berikutnya!” ujar Fifin, penuh antusias. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi