SUARA INDONESIA JEMBER

Mahasiswa UIJ Kembali Geruduk Rektorat, Tagih Janji Pemangkasan Biaya KKN

Fathur Rozi - 06 May 2025 | 01:05
Pendidikan Mahasiswa UIJ Kembali Geruduk Rektorat, Tagih Janji Pemangkasan Biaya KKN
Aksi mahasiswa di depan Kantor Rektorat UIJ, Senin (5/5/2025) (Foto: Fathur Rozi/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER- Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) kembali mendatangi Kantor Rektorat, Senin (5/5/2025). Kedatangan mereka tidak lain untuk menagih janji Rektor UIJ yang sebelumnya telah menandatangani pakta integritas pada Rabu, 30 April 2025 lalu.

Koordinator lapangan aksi, Ahmad Hendi, menjelaskan bahwa salah satu isi pakta integritas yang telah ditandatangani tersebut adalah Rektor bersedia memangkas biaya pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sebelumnya Rp750.000 menjadi Rp500.000.

“Maka dari itu, kami kembali menemui Rektor untuk menagih hal tersebut. Sebab hingga kami turun aksi, belum ada informasi resmi dari kampus,” terangnya saat ditemui di depan Kantor Rektorat UIJ, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur.

Aksi itu berlangsung cukup menegangkan karena para demonstran membakar ban bekas di depan Kantor Rektorat UIJ, sehingga asap hitam pekat mengepul dan mengiringi jalannya aksi.

Bahkan, massa nyaris memaksa masuk dan menduduki gedung rektorat lantaran permintaan mereka untuk memangkas biaya pendaftaran KKN tidak diindahkan pihak kampus. “Ya, karena kampus telah mengkhianati pakta integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIJ, Ahmad Halid, menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjanjikan pemangkasan biaya pendaftaran KKN. “Saya hanya mengatakan akan dimusyawarahkan dengan pihak yayasan,” jelasnya.

Tak berselang lama, pihak rektorat kembali ke kantornya untuk membahas persoalan tersebut. Kemudian mereka keluar dengan membawa hasil yang cukup melegakan, yakni biaya pendaftaran KKN akan dipangkas menjadi Rp500.000.

Namun, kabar itu bukan sepenuhnya angin segar. Pihak rektorat menyatakan bahwa pemangkasan dilakukan dengan ketentuan atribut KKN yang sebelumnya menjadi hak mahasiswa, akan dihapuskan.

“Ya, untuk pendaftaran KKN diturunkan menjadi Rp500.000. Tapi atribut dan anggaran makan saat penerjunan serta penarikan akan ditiadakan. Namun itu masih akan dimusyawarahkan lagi,” kata Halid.

Pernyataan tersebut sontak membuat mahasiswa kembali memanas. “Seharusnya yang ditiadakan itu anggaran yang katanya disaving itu, Pak!” seru mereka saat mendengar penjelasan tersebut.

Koordinator lapangan aksi juga menyatakan bahwa jika pemangkasan biaya KKN berasal dari peniadaan atribut, pihaknya akan kembali menggeruduk Kantor Rektorat UIJ dengan massa yang lebih banyak.

“Kami akan menunggu hasil musyawarah pihak kampus. Intinya, dalam Standar Biaya Operasional (SBO), atribut itu adalah hak mahasiswa dan tidak boleh dihilangkan. Tapi tetap, pemangkasan biaya pendaftaran KKN itu harus dilakukan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 30 April 2025, mahasiswa UIJ telah menggeruduk Kantor Rektorat untuk meminta pemangkasan biaya pendaftaran KKN dari semula Rp750.000 menjadi Rp500.000.

Alasan mereka saat itu adalah bahwa biaya Rp750.000 terlalu tinggi jika hanya untuk kegiatan KKN. Terlebih lagi, dalam SBO disebutkan bahwa total anggaran KKN yang digunakan hanya sebesar Rp480.000.

“Sisanya sebanyak 40 persen atau sebesar Rp270.000 akan disaving ke universitas,” kata Rektor UIJ. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya