SUARA INDONESIA JEMBER

Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Tips Mengetahui Agama dan Akhlak Calon Pasangan

Redaksi - 25 December 2021 | 19:12
Pendidikan Ustaz Syafiq Riza Basalamah: Tips Mengetahui Agama dan Akhlak Calon Pasangan
Ilustrasi (Foto: Suara Indonesia)

JEMBER-Menikah merupakan ibadah paling lama yang dilaksanakan manusia. Oleh karena itu sebelum memulai pernikahan terlebih dahulu harus memilih pasangan yang sesuai. Tidak hanya tentang perasaan, paras, ekonomi tetapi juga agama dan akhlaknya.

Ustaz Syafiq Riza Basalamah dalam ceramahnya mengatakan bahwa ada batas minimal dalam beragama yang dapat dilihat ketika mencari pasangan hidup, yakni melaksanakan perintah yang wajib serta meninggalkan perkara haram. 

Ia juga menambahkan memilih pasangan alumni pondok pesantren atau seorang hafiz maupun hafizah bukanlah hal yang diwajibkan. Menurutnya orang yang agamanya baik dan mau belajar agama sudah cukup.

"Tidak harus lulusan pesnatren, tidak harus hafal Al-Qur'an, tapi anak ini alhamdulillah salat lima waktu di mesjid. Agamanya baik, tapi ia nggak paham ilmu agama, tapi ia mau belajar ilmu agama, alhamdulillah itu sudah cukup," jelasnya dalam kanal YouTube Rifqan TV.

Selain itu, ketika memilih pasangan juga harus melihat akhlak kepribadiannya, tentunya yang sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan baik dalam Al-Qur'an maupun Hadis Rasulullah SAW.

Untuk melihat hal tersebut dibutuhkan kriteria sebagai acuan untuk menilai, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim, ada empat hal mendasar untuk melihat akhlak seseorang.

Pertama, Asy-Syajaah yakni pemberani, 

Dalam hal ini ustaz Syafiq mengingatkan untuk tidak menikahkan seorang perempuan dengan laki-laki penakut, karena nanti ia akan menjadi kepala keluarga, dan akan dilihat oleh anak-anaknya.

Kedua, Al-'Adl artinya seseorang tersebut adil dalam bermuamalah dan dia tidak melakukan kezaliman kepada siapapun.

Ketiga, Ash-Shabru (sabar), sabar dalam menghadapi keadaan, tidak emosional, sabar dalam melaksanakan kewajiban juga menjauhi apa yang dilarang dan kemaksiatan, sabar saat mendapat musibah juga sabar menghadapi orang lain.

Keempat, Al-Iffah (menjaga kehormatan dirinya) dengan sikap tersebut maka ia juga akan menjaga kehormatan keluarganya.

Sebaliknya, akhlak buruk seseorang juga dapat dilihat dengan empat dasar berikut:

1. Al-Jahlu (kebodohan)

2. Zalim (kezaliman)

3. Ghadab (marah)

4. As-Syahwah (suka mengikuti syahwat)

Kemudian, ustaz Syafiq menambahkan bahwa untuk mengetahui akhlak seseorang bertanyalah kepada rekan kerja di kantornya, para tetangga di rumahnya, juga teman-temannya.

"Kalau mau tau akhlak seseorang di mana? Di tempat kerjanya, di rumahnya, tanya tetangganya, tanya sahib-sahibnya, bukan di mesjid. Di mesjid itu untuk mengetahui agama seseroang," tandasnya. (Ree)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Redaksi
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya