Ustaz Hanan Attaki: Perbaiki Bacaan Al-Fatihah Agar Salat Lebih Khusyu dan Berkualitas
Pendidikan
Ustaz Hanan Attaki (Foto: Kanal YouTube Hanan Attaki)
JEMBER-Al-Qur'an diturunkan melalu dua proses. Pertama Allah menurunkan Al-Qur'an sekaligus ke lauhul mahfuz atau langit bumi dari surah Al-Fatihah hingga An-Naas secara berurutan. Kemudian barulah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada beliau, para sahabat maupun umat jamaahnya.
Ustaz Hanan Attaki dalam kanal YouTube Hanan Attaki menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur'an yang berangsur-angsur tersebut sering dikenal dengan urutan turunnya Al-Qur'an. Tetapi sesungguhnya Al-Qur'an telah diturunkan secara lengkap dan serentak sesuai dengan tataan Al-Qur'an yang ada saat ini ketika proses pertama penurunan Al-Qur'an tersebut ke langit dunia.
"Al-Qur'an itu turun dalam dua proses, pertama turun ke langit dunia sekaligus, dari Al-Fatihah sampai An-Naas di Lauhul Mahfuz. Kemudian dari Lauhul Mahfuz turun kepada Nabi SAW secara berangsur-angsur. Proses kedua inilah yang kita lihat dengan urutan turunnya Al-Qur'an. Padahal urutan Al-Qur'an sudah tersusun di Lauhul Mahfuz dari Al-Fatihah sampai An-Naas," Jelasnya.
Oleh karena itulah surah Al-Fatihah disebut juga dengan Ummul Kitab atau Ummul Qur'an, karena ia diletakan di awal Al-Qur'an sebagai pembuka sebelum surah-surah yang lain.
Ia memaparkan alasan Al-Fatihah diletakan di awal Al-Qur'an adalah karena surah Al-Fatihan merupakan rangkuman dari seluruh isi Al-Qur'an yang 30 juz tersebut.
"Lalu kenapa ia dinamakan demikian? Karena seluruh isi Al-Qur'an dari mulai surah Al-Baqarah (الم) sampai
An-Naas (من الجنة و الناس) terkandung maknanya dalam tujuh ayat surah Al-Fatihah," paparnya.
Selain itu ia menambahkan surah Al-Fatihah juga merupakan satu-satunya surah yang diwajibkan oleh Allah SWT dibaca dalam setiap rakaat salat, tidak terkecuali satupun.
Hal ini merupakan juga bentuk kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya sehingga Dia meringankan salat dengan hanya mewajibkan membaca surah Al-Fatihah saja. Sebagai ganti dari 113 surah yang lain.
"Karena Allah tau kalau diwajibkan untuk membaca 30 Juz kita tidak akan ada yang salat, ini baru Al-fatihah saja sudah meninggalkan salat," tambahnya.
Karena itu ujarnya agar salat semakin berkualitas hendaklah untuk membacanya secara perlahan tanpa-tanpa terburu-buru, dan memperbaiki bacaan surah Al-Fatihah terlebuh dahulu.
"Al-Fatihah ini satu-satunya surah yang wahib dibaca dalam salat setiap rakaatnya. Sehingga kalau kita ingin salat kita berkualitas, maka kita harus mengupgrade kualitas Al-Fatihah kita," ujarnya.
Lalu ia mengatakan salah satu cara yang bisa membantu sesorang untuk meningkatkan kekhusyuan saat melaksanakan salaat ialah dengan menghayati makna yang terkandung di dalam surah Al-Fatihah.
Kemudian dalam praktiknya berusaha untuk menyelaraskan lisan, pikiran dan hati saat membacanya terutama dalam salat. Lisan membaca ayat tersebut kemudian hati mentadabburi makna yang terkandung didalamnya, dan hati mencoba untuk mengahayati, mengimani apa yang disampaikan dalam ayat tersebut.
"Intinya teman-teman baca Fatihah dengan tenang libatkanlah lisan ini dengan pikiran dan hati. Pikiran mentadabburi pesan-pesan makna dalam surah Al-Fatihah, sedangkan hati mencoba untuk mengahyati, belajar yakin, belajar iman belajar takut, belajar khusyu kepada Allah SWT sesuai dengan tadabbur makna ayat yang dibaca," ujarnya.
Ketika seseorang sudah mampu menghubungkan antara mulut ataupun telinga saat menjadi makmum, dengan pikiran dan hati maka bacaan itu bisa disebut dengan haqqut-tilaawati yakni bacaan yang sebenar-benarnya. (Ree/Wil)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta |
: Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor |
: |
Komentar & Reaksi