SUARA INDONESIA, JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait meminta kader Posyandu di Kecamatan Kalisat untuk membantu gerakan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). Upaya ini guna mempercepat penurunan kasus stunting serta kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.
Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Gus Fawait saat agenda Safari Ramadan di Kecamatan Kalisat yang juga diisi dengan pertemuan bersama kader Posyandu setempat, Senin (9/3/2026).
“Maka para kader Posyandu ini membantu Satgas untuk mengidentifikasi ibu hamil dan anak yang masuk kategori stunting. Peran kader Posyandu memang membantu upaya pengentasan kemiskinan, termasuk menekan AKI dan AKB,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, keterlibatan kader Posyandu penting agar proses identifikasi hingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah. Pasalnya, kasus stunting memiliki berbagai kategori yang perlu ditangani dengan pendekatan berbeda.
"Karena ada stunting bawaan lahir, dan ada pula stunting yang terjadi akibat kekurangan gizi dan faktor lainnya. Dari situ nanti bisa ditentukan penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Gus Fawait menambahkan, kondisi ibu hamil juga perlu diidentifikasi secara teliti agar penanganannya sesuai dengan tingkat risiko. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh puskesmas maupun dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) serta dokter spesialis anak.
“Kalau menurut dokter obgyn ibu hamilnya berisiko tinggi, maka proses persalinannya harus dilakukan di rumah sakit,” pungkasnya.
Salah satu kader Posyandu Kecamatan Kalisat, Ifa Dalilah, menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya percepatan penanganan stunting, AKI, dan AKB di Kabupaten Jember.
Menurutnya, keterlibatan kader dalam program tersebut memang sudah menjadi bagian dari tugas mereka selama ini. “Sudah siap. Memang dari dulu pekerjaan kami seperti itu,” ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi