SUARA INDONESIA, JEMBER - Sejak kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, kinerja RSD dr. Soebandi Jember melesat tajam. Pendapatan rumah sakit pelat merah itu pada Januari 2026 menembus Rp31,7 miliar. Melonjak hampir dua kali lipat dibanding rata-rata sebelumnya yang berkisar Rp15 miliar per bulan.
Lonjakan tersebut tak berdiri sendiri. Sejumlah indikator layanan ikut terdongkrak signifikan. Kunjungan rawat jalan yang sebelumnya rata-rata 800 pasien per hari, kini menyentuh 1.300 pasien per hari. Beberapa poli spesialistik menjadi motor kenaikan, terutama ortopedi yang meningkat lebih dari dua kali lipat, serta onkologi yang naik hampir 90 persen.
Di ruang operasi, tren serupa terjadi. Jika sebelumnya sekitar 800 tindakan per bulan, kini mencapai 1.200 operasi. Peningkatan paling mencolok tampak pada layanan kateterisasi jantung, yang melonjak dari 65 menjadi 175 tindakan per bulan. Capaian ini mempertegas posisi RSD dr. Soebandi sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan kasus kompleks di wilayah timur Jawa Timur.
Efek domino dari peningkatan layanan itu terlihat pada tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR). Angkanya kini berada di kisaran 85 hingga 100 persen, jauh di atas capaian sebelumnya yang sekitar 58 persen. Sejumlah ruang rawat inap bahkan dilaporkan penuh, sementara paviliun hampir tak pernah kosong dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan juga terasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kunjungan pasien darurat melonjak dari rata-rata 45 menjadi 80 orang per hari, bahkan sempat menembus lebih dari 100 kasus. Akibatnya, sebagian pasien harus menunggu ketersediaan ruang rawat inap, sehingga penambahan kapasitas tempat tidur menjadi kebutuhan mendesak.
Direktur RSD dr. Soebandi, I Nyoman Semita sakit menyebut, capaian ini tak lepas dari dorongan pembenahan tata kelola dan penguatan layanan sejak era Gus Fawait. Percepatan layanan, penguatan dokter spesialis dan subspesialis, serta pembenahan fasilitas menjadi fokus utama.
“Ke depan, RSD dr. Soebandi menargetkan pengembangan berkelanjutan. Selain penambahan kapasitas dan penguatan SDM medis, rumah sakit ini juga menyiapkan arah menuju konsep green hospital, tourism hospital, hospital without wall, hingga sister hospital untuk memperluas jejaring layanan,” jelasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi