SUARA INDONESIA, JEMBER - Warga Jember kini punya opsi layanan kesehatan eksekutif yang lebih praktis dan nyaman. Klinik Platinum milik RSD dr. Soebandi Jember resmi menempati gedung baru sejak 12 Januari 2026 dengan konsep layanan satu alur, sehingga pasien tidak perlu berpindah-pindah ruangan atau menunggu antrean panjang.
Konsep inilah yang menjadi dasar penggunaan frasa “tanpa antre bebas bete”. Artinya, pasien datang sesuai jadwal, langsung mendapat pelayanan, dan tidak perlu menunggu lama yang biasanya membuat tidak nyaman atau jenuh saat mengakses layanan kesehatan.
Kepala Instalasi Paviliun, dr. Anna Widyassari, mengatakan Klinik Platinum didesain sebagai layanan rawat jalan eksekutif bagi pasien umum non-BPJS, maupun pengguna asuransi kesehatan swasta dengan sistem pelayanan terintegrasi.
“Kami menyiapkan layanan pemeriksaan dokter spesialis dan subspesialis, dermatologi estetika, medical check-up, vaksinasi internasional, hingga layanan stem cell dengan standar pelayanan terbaik,” ujarnya, Rabu (16/2/2026).
Menurutnya, layanan ini didukung tenaga medis profesional yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, hingga subspesialis. Bahkan, sekitar 80 persen dokter spesialis dan subspesialis di rumah sakit tersebut juga praktik di layanan eksekutif.
“Pasien bisa memilih dokter sesuai kebutuhan dan datang sesuai jadwal tanpa antre panjang. Semua layanan dilakukan dalam satu alur, mulai pemeriksaan dokter, radiologi, MRI, sampai obat dan pembayaran,” jelasnya.
Secara fasilitas, Klinik Platinum memiliki 15 ruang layanan, termasuk tiga ruangan khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan layanan vaksinasi internasional. Ruangan tersebut dipisahkan menempati lantai dua, karena pasien dalam kondisi sehat.
Jika pasien membutuhkan perawatan lanjutan, sistem rawat jalan terhubung langsung dengan layanan rawat inap di paviliun.
“Pasien BPJS kelas 1 dan 2 bisa menggunakan layanan rawat inap paviliun melalui peningkatan kelas layanan. Namun untuk kelas 3 memang belum bisa mengakses layanan tersebut,” terang Dokter Anna.
Untuk kondisi gawat darurat, paviliun juga memiliki IGD tersendiri dengan standar pelayanan sama seperti IGD reguler, namun dengan tingkat privasi lebih tinggi. Sementara untuk tindakan operasi tertentu seperti bedah plastik, pasien tidak perlu masuk antrean operasi reguler setelah jadwal tindakan ditetapkan dokter.
Selain itu, gedung baru dilengkapi area parkir yang dekat dengan lokasi layanan serta fasilitas valet. Pasien juga akan didampingi petugas selama proses pelayanan, termasuk saat menjalani pemeriksaan penunjang di unit lain.
Terkait penyediaan obat, manajemen memastikan waktu respons maksimal 30 menit sejak resep diterima apotek.
“Kalau lebih dari 30 menit karena stok kosong, pasien akan kami tawarkan pilihan, apakah obat disubstitusi atau membeli sendiri. Tapi kondisi ini jarang, bahkan hampir tidak pernah terjadi, karena stok obat di apotek kami selalu tersedia,” tegasnya.
Pemantauan pasien juga tetap dilakukan setelah pasien pulang ke rumah. “Admin kami mencatat jadwal kontrol pasien. Nanti pasien akan diingatkan secara berkala supaya tidak terlewat jadwal kontrol,” tambahnya.
Saat ini Klinik Platinum beroperasi lima hari kerja. Namun ke depan, manajemen akan mengevaluasi kemungkinan penambahan layanan pada akhir pekan. “Kalau kunjungan meningkat, tidak menutup kemungkinan layanan dibuka Sabtu dan Minggu,” imbuh Dokter Anna.
Untuk layanan vaksinasi internasional, Klinik Platinum melayani kebutuhan perjalanan luar negeri, seperti vaksin yellow fever untuk tujuan Afrika serta vaksin meningitis dan polio untuk kebutuhan umrah dan haji.
Selain itu, tersedia layanan Soebandi Skin Center, medical check-up, dan layanan khusus CPMI. Layanan kesehatan jiwa belum masuk dalam layanan eksekutif karena masih memerlukan protokol khusus.
“Pasien kami tidak hanya dari Jember, tetapi juga dari Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang. Rata-rata kunjungan harian sekitar 10 sampai 16 pasien dengan pendampingan penuh selama proses layanan,” tuturnya.
Klinik Platinum juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi dan korporasi, antara lain Telkom Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Mandiri InHealth, PT Tirta Asuh Jaya, dan BRI Life. Tarif pemeriksaan layanan eksekutif dimulai dari Rp125 ribu.
Manajemen rumah sakit menyebut pendapatan dari layanan eksekutif meningkat signifikan hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendukung kemandirian operasional rumah sakit tanpa membebani APBD.
Salah satu pasien, David Handoko Seto, mengaku pelayanan setelah pindah ke gedung baru jauh lebih optimal. “Mulai dari parkir, administrasi, sampai pelayanan medis semuanya terasa lebih tertata. Pasien jadi lebih nyaman dan tidak bingung harus ke mana,” ujarnya.
Sekretaris Komisi C DPRD Jember itu berharap, peningkatan layanan ini dapat mendukung target pemerintah daerah menjadikan rumah sakit tersebut sebagai salah satu fasilitas kesehatan terbaik di wilayah timur Pulau Jawa. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi