SUARA INDONESIA, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember dimasa Bupati Muhammad Fawait kembali mengeluarkan kebijakan strategis guna menekan angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Salah satunya, yakni melalui program Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Untuk mencegah kehamilan di usia non produktif.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk menekan angka stunting, AKI dan AKB. Sebab, berdasarkan diskusi pihaknya bersama para dokter spesialis obgyn dan anak, salah satu penyebab ketiganya yakni adanya kehamilan di usia non produktif.
"Contoh usia produktif menurut dokter-dokter, yakni 21 sampai 35 tahun. Tapi, kadang-kadang 17 tahun sudah hamil, atau bahhkan di usia 40 tahun masih hamil," jelas Fawait saat acara Pro Gus'e Peduli Kesehatan di Rumah Sakit Balung, Jembe, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025).
Program tersebut, merupakan kerjasama antara Pemkab Jember, BUMD dan BKKBN Jatim. Tercatat, sebanyak 224 orang melakukan MOW dan MOP di RS Balung.
"Ini akan terus kami laksanakan bersama-sama. Dan perlu diketahui, bahwa hari ini tidak menggunakan APBD. Tapi ini partisipasi semua pihak," ungkapnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi