SUARA INDONESIA, JEMBER – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menggandeng tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) sebagai komunikator untuk menyadarkan warga setempat tentang pentingnya kesehatan ibu hamil.
Langkah ini dilakukan karena sebagian ibu hamil masih enggan memeriksakan kehamilannya ke posyandu maupun puskesmas. Mereka kerap diliputi ketakutan berlebih terhadap pelayanan kesehatan modern.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan dalam beberapa kasus di wilayah pedesaan, masih ada ibu hamil yang lebih memilih pergi ke dukun bayi daripada memeriksakan kandungannya secara medis ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Ada yang enggan ke posyandu karena sifatnya tertutup dan sebagainya. Selain itu, ada pula yang saat melahirkan di puskesmas enggan dirujuk untuk operasi dan tetap memilih melahirkan secara normal, padahal kondisinya membutuhkan operasi,” kata Helmi, Selasa (2/9/2025).
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng toga dan tomas sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu meyakinkan warga tentang pentingnya pemeriksaan ke posyandu atau fasilitas kesehatan di atasnya dengan menggunakan bahasa yang sederhana.
“Harapannya, ibu hamil sadar dan kandungannya dapat terpantau sejak awal hingga waktunya melahirkan,” imbuhnya.
Untuk menunjang upaya tersebut, pemerintah daerah juga memberikan pelatihan kepada toga dan tomas agar mampu menepis kekhawatiran masyarakat sekaligus memberikan pemahaman yang benar dengan bahasa yang mudah dipahami.
“Kami sudah memberi bekal kepada toga dan tomas agar dapat menyampaikan pesan itu secara sederhana. Misalnya, bahwa pemeriksaan kandungan sekarang sudah gratis,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi