SUARA INDONESIA, JEMBER - Diabetes melitus bukan lagi sekadar penyakit, melainkan ancaman kesehatan global yang kian membayangi. Data WHO bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus diabetes tertinggi keempat di dunia.
Kondisi ini membuat berbagai pihak terpanggil untuk ikut bergerak, termasuk mahasiswa keperawatan Universitas Jember (Unej).
Bekerja sama dengan Humas dan Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSD Balung, kelompok mahasiswa Profesi Ners Unej menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Diabetes Melitus dan Cuci Tangan Enam Langkah”. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Rawat Inap Melati RSD Balung, Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri keluarga pasien, mahasiswa keperawatan, serta tim humas PKRS RSD Balung yang terdiri dari Ikartini Afandi, Nur Aini, dan Ahmad Khoirur Rofiq.
“Penyuluhan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes dan komplikasinya. Kami ingin keluarga pasien memiliki bekal pengetahuan agar bisa melakukan perawatan sederhana sejak dini,” ujar Nur Aini.
Dalam sesi penyuluhan, peserta tidak hanya mendapatkan paparan materi seputar diabetes, mulai dari pengertian, faktor risiko, tanda gejala, hingga langkah pencegahan, tapi juga diajak mempraktikkan senam kaki diabetik.
Latihan ini terbukti membantu memperlancar sirkulasi darah, mencegah luka, sekaligus mengurangi risiko amputasi pada penderita diabetes.
Selain itu, mahasiswa juga mengajarkan prosedur cuci tangan enam langkah sesuai rekomendasi WHO. Edukasi ini dianggap relevan karena pasien diabetes sangat rentan terhadap infeksi.
“Cuci tangan dengan benar adalah cara sederhana tapi vital untuk mencegah infeksi, terutama bagi pasien diabetes yang mudah mengalami luka,” jelas Falentina Dea Putri W, salah seorang mahasiswa yang menjadi pemateri.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat. Dari 5,8 persen pada 2007 menjadi 8,5 persen pada 2018. Kondisi ini menempatkan diabetes sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Tanah Air.
Melalui penyuluhan di RSD Balung ini, diharapkan edukasi kesehatan dapat menumbuhkan kesadaran keluarga pasien agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat, pengendalian gula darah, hingga perawatan diri penderita diabetes.
“Edukasi kesehatan seperti ini harus menjadi gerakan bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan tenaga medis, tapi juga keluarga sebagai garda terdepan,” pungkas Ikartini Afandi dari PKRS RSD Balung. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi