SUARA INDONESIA, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menempatkan petugas kesehatan di 16 titik sepanjang rute Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2025. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keselamatan ribuan peserta yang menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan jaminan layanan medis. Sekitar 40 unit ambulans dengan fasilitas perawatan lengkap beserta tenaga paramedis disiagakan di sepanjang jalur.
“Kalau dirata-rata jaraknya 30 kilometer, maka setiap 1 kilometer ada petugas kesehatan yang siap memberikan pertolongan,” ujar Edy, saat ditemui di Stasiun Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/8/2025).
Selain menempatkan tim medis di lapangan, Pemkab Jember juga menyiapkan rumah sakit rujukan, di antaranya RSD Balung dan Rumah Sakit Kaliwates. Dukungan juga datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan memperkuat sistem darurat medis di lapangan.
Antisipasi ini, menurut Edy, berangkat dari pengalaman sebelumnya. Tiga tahun lalu, seorang peserta Tajemtra dilaporkan meninggal setelah pingsan di tengah perjalanan meski sempat dirujuk ke rumah sakit.
“Ada yang meninggal, kalau tidak salah tiga atau empat tahun lalu. Semoga tahun ini berjalan aman, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi