SUARA INDONESIA, JEMBER- Selama bulan Ramadan, menjaga pola makan menjadi tantangan tersendiri. Perubahan kebiasaan makan akibat puasa sering kali menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat saat berbuka.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, dr. Hendro Soelistijono, mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan saat makan dan minum pada waktu berbuka puasa agar terhindar dari masalah pencernaan.
Sebab, kata Hendro, akibat kebiasaan masyarakat yang langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka, jumlah keluhan gangguan pencernaan seperti gastritis dan nyeri lambung meningkat.
Selain itu, ia juga menyinggung naiknya kasus diare yang terjadi di Kabupaten Jember. Ia menduga hal itu disebabkan oleh makanan yang kurang higienis, berlemak, pedas, serta asam.
"Saat berbuka puasa, alangkah baiknya tidak langsung mengonsumsi makanan berat atau minuman dingin supaya terhindar dari masalah pencernaan," terangnya, belum lama ini.
Ia menyarankan, saat berbuka hendaknya meminum air putih terlebih dahulu atau mengonsumsi makanan manis dalam jumlah sedikit. "Bisa pula camilan ringan, yang penting tidak pedas ataupun asam," jelasnya.
Selain itu, seusai memakan takjil, alangkah baiknya memberi jeda sebelum beralih menyantap makanan berat. Sebab, Hendro menjelaskan, lambung adalah organ tubuh yang perlu beradaptasi setelah seharian penuh berpuasa.
"Caranya bisa dengan terlebih dahulu menyempatkan diri untuk salat Magrib, supaya ada sedikit waktu sebelum lambung menerima makanan berat," imbuhnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi