SUARA INDONESIA, JEMBER – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember, Sukowinarno mengatakan, bagi yang belum lulus ASN PPPK Tahun 2025 tidak perlu khawatir.
Menurut Suko, pemerintah masih memberikan kesempatan sekali lagi sebagai bentuk apresiasi, atas dedikasi kepada para honorer yang sudah mengabdi untuk menjadi ASN PPPK.
“Bagi yang belum lolos atau tidak bisa ditempatkan karena formasi terbatas, maka Non ASN tersebut masih ada kesempatan untuk mengisi formasi PPPK paruh waktu,” terangnya kepda Suara Indonesia, Minggu (05/01/2025).
Dirinya juga membeberkan, bahwa keputusan itu sudah memiliki landasan hukum sebagaimana diamanahkan dalam Surat Keputusan Kemenpan-RB. “Kepmenpan nomor 347, 348, dan 349 Tahun 2024, itu sudah jelas,” bebernya.
Namun begitu, Suko tetap meminta kepada semua honorer Kabupaten Jember untuk berdo'a dan bersabar, sampai ada petunjuk teknis dari pusat turun ke Pemkab Jember.
“Sampai saat ini, regulasi yang rinci, atau juknis (pertunjukan teknis) masih belum turun. Jadi mohon bersabar,” pintanya.
Di tempat terpisah, wakil ketua umum Aliansi Perjuangan Honorer Independen (APHI) tenaga kesehatan, Dedy hardianto menyambut gembira atas informasi kepala BKPSDM Kabupaten Jember.
Menurut Dedy, sampai hari ini setelah melalui pemetaan masih lumayan jumlah tenaga kesehatan yang belum lolos dalam seleksi ASN PPPK kemaren.
“Di puskesmas itu, bukan hanya ada bidan dan perawat, tetapi masih ada pramusaji, bagian masak, apoteker, tenaga administrasi dan Satpol PP. Kami sangat apresiasi, jika pemerintah tetap memprioritaskan honorer,” ungkapnya.
Ia juga berkomitmen, bahwa APHI akan terus melakukan pengawalan kepada sejumlah anggotanya, yang masih belum terjaring ASN.
"APHI siap menyuarakan dan terus berjuang, bagaimana nakes dan non nakes yang ada di puskesmas dan rumah sakit bisa ASN," tegas perawat Puskesmas Sumbersari ini.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Imam Hairon |
| Editor | : Bahrullah |
Komentar & Reaksi