SUARA INDONESIA, JEMBER - Kabupaten Jember menatap Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Provinsi (Forprov) III Jawa Timur 2026 dengan ambisi besar. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, Jember dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi tersebut, sekaligus memikul target menembus tiga besar, lompatan signifikan dari capaian sebelumnya di lima besar.
Penunjukan Jember sebagai tuan rumah menandai edisi pertama ajang ini sejak berubah nama dari Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) menjadi Forprov.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan kesiapan daerah usai Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember di Hotel Luminor, Sabtu (8/11/2025). Muskab digelar tepat waktu, mengingat masa bakti kepengurusan KORMI Jember berakhir bulan November ini.
“Dengan digelarnya Muskab tepat waktu, tidak ada kekosongan kepengurusan. Ini momentum penting untuk penguatan organisasi dan pembinaan olahraga masyarakat, khususnya menyongsong Forprov III 2026,” ujar Edy.
Ia menyampaikan, tahapan pembinaan telah dirancang matang. Fase awal dimulai Desember 2025 melalui talent scouting untuk menjaring pegiat olahraga rekreasi.
“Tidak menggunakan istilah atlet di KORMI. Yang kita bina adalah pegiat olahraga masyarakat. Desember nanti kita mulai talent scouting, Januari masuk tahap pembinaan jangka pendek dan menengah, termasuk training center dan pemetaan program pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.
Mengenai target tiga besar, Edy menyebutnya sebagai arahan langsung Bupati Jember.
“Selama ini capaian kita di Forda masih lima besar. Gus Bupati ingin ada lompatan. Tiga besar adalah target realistis. Kompetitor seperti Surabaya, Kota Malang, dan Sidoarjo kuat, tetapi dengan pembinaan terstruktur, koordinasi solid, dan semangat pegiat kita, target itu sangat mungkin dicapai. Syukur-syukur bisa melewati ekspektasi,” kata Edy.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KORMI Jawa Timur, Andun Sudjatmiko mengungkapkan, penetapan Jember sebagai tuan rumah melalui proses evaluasi ketat, mencakup kesiapan organisasi dan dukungan pemerintah daerah.
“Jember menjadi barometer tata kelola KORMI di Jawa Timur. Tata laksana organisasinya kuat, dan yang terpenting, Bupati menyampaikan komitmen langsung untuk menjadi tuan rumah. Itu faktor paling menentukan,” ujar Andun.
Sebelum diputuskan, Jember bersaing dengan dua daerah lain, yakni Kabupaten Malang dan Tuban. Meski kedua daerah dinilai siap, dukungan kepala daerah dan potensi dampak sosial-ekonomi menjadi pembeda.
“Forprov ini punya multiplier effect besar. UMKM bergerak, sektor pariwisata tumbuh, hotel penuh, dan ekonomi lokal menggeliat. Jember punya modal itu, termasuk kredibilitasnya sebagai daerah penyelenggara kegiatan besar,” jelas Andun.
Penunjukan Jember juga disertai penetapan logo resmi Garuda Mas, identitas Provinsi Jawa Timur, sebagai simbol penyelenggaraan Forprov III 2026. “Surat keputusan dari Gubernur sudah resmi. Logo Garuda Mas itu identitas dari provinsi,” katanya.
Dukungan kepala daerah, perbaikan tata kelola organisasi, dan skema pembinaan pegiat yang dimulai lebih awal menjadi fondasi penting di balik ambisi Jember. Lebih dari sebuah ajang olahraga, Forprov 2026 juga diproyeksikan memutar roda ekonomi daerah dan memperkuat partisipasi olahraga masyarakat.
“Ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga gerakan masyarakat dan efek ekonomi yang akan menghidupkan Jember,” ujar Andun.
Saat ini, tantangan terdekat KORMI Jember adalah menjalankan peta pembinaan secara konsisten, agar target besar itu bukan sekadar retorika, melainkan kenyataan di arena Forprov 2026. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi