SUARA INDONESIA JEMBER

Panahan, Cabor Mandiri yang Bawa Pulang Empat Medali untuk Jember di Porprov Jatim 2025

Fathur Rozi - 31 October 2025 | 23:10
Olahraga Panahan, Cabor Mandiri yang Bawa Pulang Empat Medali untuk Jember di Porprov Jatim 2025
Atlet panahan Jember yang meraih medali pada ajang Porprov Jatim 2025. (Foto: Perpani Jember untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Meski berstatus sebagai cabang olahraga (cabor) yang berjalan mandiri tanpa sokongan anggaran dari pemerintah selama beberapa tahun terakhir, tim panahan Jember berhasil membawa pulang empat medali dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Cabang Jember, Kusuma Ariyanto, mengungkapkan sejak masa kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto hingga Bupati Muhammad Fawait yang baru menjabat, pembinaan atlet lebih banyak bergantung pada swadaya klub dan dukungan wali atlet.

“Kami terus terang saja mandiri. Tidak ada bantuan fasilitas maupun peralatan. Bantuan terakhir dari pemerintah daerah itu saat masa Bupati Faida,” ujarnya sambil tersenyum tipis saat ditemui Suara Indonesia, pekan lalu.

Menurut Kusuma, biaya operasional klub diperoleh dari iuran rutin anggota yang dikumpulkan untuk membeli perlengkapan seperti bantalan dan banner latihan. Sementara kebutuhan busur dan anak panah sebagian besar ditanggung oleh orang tua atlet.

“Alhamdulillah, wali atlet atau orang tua sangat mendukung. Mereka ingin anak-anaknya berprestasi dan terus berjuang lewat olahraga panahan,” tambahnya.

Kendati masih kekurangan fasilitas dan belum tersentuh bantuan sarana prasarana (sarpras) dari pemerintah, Kusuma menegaskan semangat juang para pelatih dan atlet tidak surut. Bahkan, beberapa pelatih rela menyisihkan sebagian gaji pensiun mereka untuk menambah perlengkapan latihan.

“Kalau tidak punya niat kuat, insyaallah sudah berhenti di tengah jalan. Tapi karena niatnya membangun prestasi, kami tetap jalan,” tegasnya.

Kusuma juga menyebut, pada ajang Porprov 2025, cabor panahan Jember mendapatkan kuota 10 atlet dari pemerintah, sementara 17 atlet lainnya berstatus mandiri. Menariknya, atlet peraih medali justru berasal dari kelompok mandiri tersebut.

Kusuma menyadari bahwa anggaran pemerintah untuk menunjang kebutuhan cabang olahraga memang terbatas. “Kami juga tidak terlalu berharap,” ungkapnya.

Namun demikian, Kusuma mengapresiasi perhatian Bupati Muhammad Fawait terhadap para atlet berprestasi yang telah memberikan bonus terbesar se-Jawa Timur, bahkan ditambah beasiswa kuliah bagi peraih medali emas.

“Alhamdulillah, tahun ini Bupati Jember sangat respek kepada atlet. Beliau berupaya memberikan penghargaan sebesar mungkin dibandingkan kabupaten/kota lain,” tutupnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya