SUARA INDONESIA JEMBER

Usia Tak Batasi Langkah, Kakek 71 Tahun Asal Jember Tetap Setia Ikuti Tajemtra

Fathur Rozi - 24 August 2025 | 02:08
Olahraga Usia Tak Batasi Langkah, Kakek 71 Tahun Asal Jember Tetap Setia Ikuti Tajemtra
Muntoyo, kakek 71 tahun yang kini telah menerima sertifikat Tajemtra 2025, bukti keikutsertaan, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Fathur Rozi/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Seorang kakek berusia 71 tahun asal Jember bernama Muntoyo tampak ngos-ngosan dan penuh keringat saat melewati garis finis Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2025.

Meski usianya sudah lanjut, tapi semangatnya tidak pernah surut. Ia menaklukkan jalur Tajemtra yang panjangnya mencapai 30 kilometer.

Saat ditemui seusai lomba, Muntoyo duduk selonjoran di Alun-alun Nusantara Jember, Jawa Timur. Raut wajahnya tampak letih setelah mencapai garis finis. Keramaian di sekitarnya tidak lagi ia hiraukan, satu-satunya yang ia inginkan hanyalah melepas lelah.

Muntoyo mengaku sudah mengikuti Tajemtra sejak era Bupati Abdul Hadi, sekitar awal 1970-an hingga 1979, dan terus berlanjut hingga hari ini. Baginya, Tajemtra adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus cara untuk memeriahkan kemerdekaan.

“Saya dulu tidak ikut berjuang, dan sekarang sudah merdeka. Maka dengan tenaga, saya akan memeriahkan hari ulang tahun negara Indonesia,” ujarnya dengan napas terengah-engah.

Menjelang Tajemtra, Muntoyo selalu berangkat seorang diri untuk mendaftar di Gedung Olahraga Kaliwates atau Stadion JSG. “Tiap tahun saya daftar sendiri. Setelah minta surat keterangan sehat ke dokter atau puskesmas, langsung ke JSG atau GOR,” jelasnya.

Untuk menjaga kondisi fisiknya, Muntoyo terbiasa berlatih jauh hari sebelumnya. Dalam sebulan, ia bisa tiga kali menyusuri jalanan kota tanpa alas kaki.

“Latihannya kadang pagi, kadang siang. Tapi kalau mas-mas mungkin enggak akan kuat, soalnya saya tidak pakai sepatu. Kalau pakai sepatu seperti ini lebih enak,” katanya sambil tersenyum.

Meski tak lagi muda, Muntoyo tetap merasa bahagia bisa menuntaskan rute sepanjang 30 kilometer itu. Bagi dia, sampai di garis finis adalah hadiah yang sesungguhnya.

“Kalaupun saya tidak dapat hadiah, itu tidak masalah. Saya tetap senang,” ujarnya.

Sehari-hari, Muntoyo tinggal di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sumbersari, Jember. Ia bekerja sebagai pembersih makam dengan penghasilan yang tidak menentu. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya