SUARA INDONESIA, JEMBER - PT Bank CIMB Niaga Tbk memperluas kehadirannya di Jember, Jawa Timur, dengan menggabungkan layanan perbankan digital dan pembiayaan berkelanjutan, di tengah prospek pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang oleh sektor agribisnis, perkebunan, dan pariwisata.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi bank untuk memperluas akses keuangan di wilayah-wilayah potensial, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, Rhena Octaria, mengatakan Jember menempati posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
“Dengan kombinasi layanan fisik dan digital, kami ingin memberikan solusi keuangan yang relevan, mudah diakses, dan dapat mendorong pertumbuhan bisnis lokal, terutama UKM,” ujarnya dalam Media Gathering di Jember, Selasa (12/8/2025).
Selain satu kantor cabang di pusat kota, CIMB Niaga memaksimalkan platform digital seperti OCTO Mobile dan OCTO Clicks untuk nasabah ritel, serta BizChannel\@CIMB untuk segmen korporasi.
Layanan tersebut memfasilitasi pembukaan rekening, pengajuan kredit, investasi, hingga transaksi harian dari berbagai lokasi.
Untuk pelaku UMKM, bank menyediakan OCTO Merchant yang menerima pembayaran QRIS dengan pencairan dana secara real-time, yang dinilai membantu menjaga arus kas dan meningkatkan efisiensi operasional.
Perseroan juga menggelar program Ngobrol Biznis (Ngobiz) yang dirancang sebagai forum berbagi pengetahuan tentang peluang usaha, tantangan pasar, dan pengelolaan keuangan.
Program ini menjadi wadah interaksi antara bank dan pelaku UKM untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menawarkan solusi yang tepat.
Di sisi pembiayaan berkelanjutan, Corporate Communications Head CIMB Niaga, Hery Kurniawan mengungkapkan, hingga semester I/2025, 25 persen dari total portofolio pembiayaan bank atau senilai Rp57,6 triliun telah dialokasikan untuk proyek-proyek yang mendukung transisi energi bersih, mitigasi perubahan iklim, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.
Upaya tersebut meliputi partisipasi dalam perdagangan karbon internasional melalui Indonesia Carbon Exchange, serta peningkatan penggunaan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah kantor operasional.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami capai selaras dengan komitmen terhadap keberlanjutan,” kata Hery.
Secara nasional, berbagai inisiatif tersebut menopang kinerja CIMB Niaga pada semester I/2025. Bank mencatat laba sebelum pajak (unaudited) sebesar Rp4,4 triliun, dengan pertumbuhan kredit 6,8 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp231,8 triliun, dan dana pihak ketiga mencapai Rp261,9 triliun.
Rasio dana murah (CASA) bertahan di level 69 persen. Unit Usaha Syariah mencatat pembiayaan Rp59,6 triliun dan DPK Rp48,2 triliun.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, CIMB Niaga juga bekerja sama dengan Unicef dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi stunting di Nusa Tenggara Timur, sejalan dengan tujuan Advancing Customers and Society yang diusung bank. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi