SUARA INDONESIA JEMBER

Paseban Butuh Dukungan, Kembangkan Kawasan Pesisir Jadi Wisata Unggulan

Fathur Rozi - 22 November 2025 | 19:11
Wisata Paseban Butuh Dukungan, Kembangkan Kawasan Pesisir Jadi Wisata Unggulan
Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat menyapa warga Desa Paseban dalam agenda Bungadesaku, Sabtu (22/11/2025). (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, kembali mencuri perhatian. Destinasi pesisir yang selama ini ramai pada akhir pekan itu dinilai punya kans besar jadi ikon wisata anyar di Jember bagian selatan, asal ditata dengan serius dan terarah.

Kepala Desa Paseban, Satupan, mengaku geliat warga dan kunjungan wisatawan selama ini sudah jadi modal kuat. Hanya saja, langkah desa tak selalu leluasa karena sebagian kawasan pantai masih berstatus tanah negara.

“Desa butuh payung hukum yang jelas. Kalau legalitasnya kuat, kita bisa bergerak lebih jauh tanpa takut salah langkah,” ujarnya.

Satupan menegaskan, desain besar Paseban bukan sekadar mempercantik bibir pantai. Ia membawa konsep Desa Wisata: sebuah ekosistem wisata yang menautkan kuliner pesisir, seni budaya, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM.

“Desa Wisata itu tidak sekadar spot foto. Kami ingin wisatawan pulang membawa pengalaman yang komplet. Ada cerita budaya, ada ekonomi warga yang bergerak, ada edukasi konservasi,” jelasnya.

Selain urusan legalitas, Desa Paseban juga butuh dukungan kabupaten untuk mengatasi kiriman sampah dari dua sungai besar yang bermuara di kawasan itu. Perbaikan akses jalan disebutnya sebagai kebutuhan mendesak.

Di tingkat kecamatan, dukungan mengalir penuh. Camat Kencong, Ronny Arvianto, menyebut konsep Desa Wisata yang diusung Paseban sudah berada di jalur tepat.

“Inisiatif ini realistis dan punya efek ekonomi besar bagi warga. Pantai Paseban tak hanya indah, tapi juga kaya aktivitas sosial masyarakat pesisir yang bisa dirangkai jadi atraksi,” kata Ronny.

Ia memastikan kecamatan siap mengawal agar desa mendapat dukungan regulasi dan pendampingan dari kabupaten. “Paseban punya peluang besar untuk naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir melalui agenda Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) menyebut Paseban sebagai simpul penting dalam rencana besar pariwisata Jember.

“Potensinya besar, tapi belum tergarap optimal. Makanya saya ingin lihat langsung apa yang dibutuhkan biar kita bisa putuskan langkah-langkah ke depan,” ujar Fawait.

Bupati menambahkan, Pantai Paseban juga memegang nilai kultural tinggi. Lokasi ini kerap digunakan untuk upacara melasti umat Hindu. Momentum ini, menurutnya, bisa disambungkan dengan dibukanya rute penerbangan Jember-Denpasar.

“Ini mempermudah saudara-saudara kita umat Hindu dan wisatawan yang biasanya ke Paseban atau ke pura di Senduro, Lumajang. Pesawat turun di Jember, lalu mereka bisa meneruskan perjalanan religinya,” ungkapnya.

Pemkab, lanjut Fawait, sedang menyiapkan skema integrasi destinasi wisata dan penataan harga tiket agar kunjungan semakin terjangkau. “Pola ini juga kita jajaki untuk Paseban.”

Ia berharap, penataan yang tepat bisa membawa Paseban ke level lebih tinggi. “Semoga Paseban bisa jadi destinasi unggulan. Kita lihat kondisi riilnya dulu, lalu kita kerjakan bersama,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya