SUARA INDONESIA JEMBER - Pernah jadi tempat rehat para pengawas kebun Belanda di masa lampau, kini Hotel Rembangan di lereng Argopuro menjelma menjadi magnet wisata sejarah dan alam yang memikat. Di balik sejuknya udara pegunungan dan panorama hijau, tersimpan warisan kolonial yang terus diperbarui dengan sentuhan lokal masa kini.
Kawasan Wisata Rembangan, yang terletak di dataran tinggi Jember, menjadi pilihan favorit warga untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota. Daya tarik utamanya bukan sekadar udara sejuk atau pemandangan pegunungan, tetapi juga sejarah panjang yang membalutnya.
Di puncaknya, berdiri Hotel Rembangan yang dibangun pada 1937 oleh Mr. Hofstide, seorang pengelola perkebunan kopi dan kakao di era pra-kemerdekaan. Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai vila tempat beristirahat para pengawas kebun kolonial.
Pasca-kemerdekaan, pengelolaan hotel bersejarah ini diambil alih oleh pemerintah daerah dan kini menjadi aset wisata andalan Kabupaten Jember. Upaya revitalisasi terus dilakukan agar Rembangan tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, melainkan juga destinasi modern yang tetap mempertahankan identitas lokal.
“Kami sudah memasang banner dan infografis sejarah di berbagai titik, aktif di media sosial, dan berkolaborasi dengan influencer,” ujar Ichwan Aziz, staf Hotel Rembangan, belum lama ini.
Meski dampak promosi digital belum signifikan, tren kunjungan menunjukkan peningkatan. Sekitar 70 persen tingkat hunian hotel kini didominasi tamu rombongan dari kegiatan pemerintahan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sedangkan sisanya tamu umum.
Tak hanya menawarkan bangunan bersejarah dan panorama, Rembangan kini dilengkapi fasilitas modern, seperti kolam renang berair pegunungan, lapangan tenis, area kemah, aula besar, hingga agrowisata buah naga, kopi, durian, dan bunga krisan yang bisa dipetik langsung.
Dalam hal pemberdayaan ekonomi lokal, pengelola bekerja sama dengan UMKM Jember dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Jember untuk menampilkan berbagai produk unggulan lokal di area hotel. Meski demikian, akses jalan menuju lokasi masih menjadi tantangan tersendiri. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi