SUARA INDONESIA, JEMBER - Bencana angin kencang kembali melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/3/2025) pukul 14.30 WIB, hingga menyebabkan kerusakan di berbagai titik.
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, bencana ini terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang disertai petir. Akibatnya, sebanyak 14 kecamatan terdampak, dengan total 14 pohon tumbang dan 6 rumah mengalami kerusakan.
Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto menjelaskan, angin kencang yang terjadi siang itu menyebabkan banyak pohon tumbang dan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
"Kami menerima laporan dari berbagai wilayah terkait pohon tumbang yang menutup akses jalan, serta rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Tim langsung kami kerahkan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan," ujarnya, melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (23/3/2025).
Menurutnya, sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Kecamatan Ajung, di mana seorang pengendara motor bernama Yusro (52) mengalami luka akibat tertimpa pohon tumbang. Di Kecamatan Kaliwates, dua rumah di Jalan Harsono mengalami kerusakan di bagian dapur.
Sementara itu, di Kecamatan Gumukmas, rumah warga di Desa Kepanjen mengalami kerusakan ringan, dan SDN Purwoasri 03 juga terdampak. Di Kecamatan Ledokombo, dua rumah di Dusun Salak dan Dusun Karangbireh mengalami kerusakan akibat genteng yang hancur diterpa angin kencang.
“Data sementara mencatat satu korban luka-luka, enam rumah mengalami kerusakan, dan 14 pohon tumbang di berbagai lokasi. Selain merusak rumah, pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan di beberapa titik, namun telah berhasil ditangani oleh tim gabungan,” jelas Widodo.
Sejauh ini, BPBD Jember bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, PLN, Dinas PU BMSDA, relawan, dan warga setempat, telah bergerak menangani dampak bencana.
Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dan asesmen di lokasi terdampak, evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan, serta pendokumentasian dan pendataan kerusakan.
“BPBD juga merekomendasikan bantuan berupa distribusi logistik, terutama terpal untuk rumah warga yang rusak,” imbuhnya.
Widodo Julianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Peringatan dini juga telah dikeluarkan sebelumnya terkait hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dalam periode 17-23 Maret 2025.
“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah," ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi