SUARA INDONESIA, JEMBER – Angin kencang yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (20/1/2025) menyebabkan dua pohon besar tumbang di lokasi berbeda. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan material, namun tidak ada korban jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Widodo Julianto, menyampaikan langsung kronologi kejadian dan upaya penanganan yang dilakukan. Menurutnya, angin kencang mulai terasa sekitar pukul 12.10 WIB.
"Angin cukup kuat menyebabkan dua pohon besar tumbang karena akarnya lapuk. Lokasi pertama di Jalan Raya Manggar, penghubung Wuluhan-Ambulu, tepatnya di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu. Lokasi kedua berada di Jalan Puger, depan Bulog Jambearum, Desa Jambearum, Kecamatan Puger," ungkapnya.
Di lokasi pertama, sebuah pohon waru berdiameter 200 cm tumbang ke jalan dan menimpa sebuah mobil ELF dengan nomor polisi N 7810 NN milik Arif (34), warga Desa Tanjungrejo. Mobil tersebut membawa dua penumpang, yaitu seorang sopir bernama Fat (30) asal Kemuningsari, Jenggawah, dan istrinya. Selain itu, sebuah tiang telekomunikasi patah, menyebabkan kabel putus dan mengganggu arus lalu lintas.
Sementara itu, di lokasi kedua, pohon waru berdiameter 150 cm tumbang ke jalan provinsi yang menghubungkan Balung dan Puger. "Pohon tumbang ini sempat menutup sebagian jalan dan menyebabkan kemacetan," tambah Widodo.
Tim BPBD Jember menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi pada pukul 14.15 WIB. "Kami tiba di lokasi pukul 14.25 WIB dan segera melakukan koordinasi, asesmen, pemotongan pohon, serta dokumentasi," jelas Widodo. Penanganan di kedua lokasi berhasil diselesaikan pada pukul 15.30 WIB, dan arus lalu lintas kembali normal.
Widodo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. "Kami mengingatkan warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di sekitar pohon besar atau infrastruktur yang rentan," katanya. Ia juga meminta dinas terkait untuk memantau kondisi pohon-pohon lapuk yang berpotensi membahayakan.
Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Dishub Jatim, Tagana, dan beberapa relawan. Total ada 18 personel gabungan dari berbagai lembaga yang turun langsung di lapangan.
Saat ini, kedua lokasi sudah tertangani dengan baik. "Lalu lintas di Jalan Raya Manggar dan Jalan Puger sudah kembali normal, meski cuaca masih gerimis," tutur Widodo. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi