SUARA INDONESIA, JEMBER- Sepasang pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Bengawan (Kedung Mayit) pada Rabu sore (14/01/2025).
Hingga kini, upaya pencarian terhadap kedua korban, Slamet (57) dan istrinya Imro'atul Jamilah (56), warga setempat, masih terus dilakukan oleh pihak berwenang bersama masyarakat.
Kapolsek Ambulu, AKP Latifa Andika Nur Sabrina menjelaskan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kala itu, kedua korban sedang menyeberangi sungai dalam perjalanan pulang dari ladang mereka di seberang sungai.
Untuk menyeberang, pasangan tersebut menggunakan pelampung rakitan dari jeriken yang dihubungkan dengan tali tambang.
“Saat itu, arus sungai sangat deras. Ibu Imro'atul Jamilah terlebih dahulu terseret arus, dan suaminya, Slamet, yang berusaha menolongnya, malah ikut terbawa aliran sungai,” terangnya, melalui keterangan tertulis.
Menurutnya, kejadian bermula ketika Slamet dan Imro'atul Jamilah pulang meladang menggunakan pelampung rakitan. Alat ini biasa mereka gunakan untuk menyeberangi sungai, yang memang merupakan bagian dari aliran Kali Mayang di Dusun Watukebo.
Namun, pada saat itu, arus sungai lebih deras dari biasanya, diduga akibat hujan yang mengguyur kawasan hulu.
Saat menyeberang itu, Imro'atul Jamilah kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. Slamet yang berada di dekatnya mencoba memberikan pertolongan, namun keduanya akhirnya terseret oleh kuatnya arus.
Kejadian ini disaksikan oleh beberapa warga yang segera mencoba melakukan upaya penyelamatan. “Pencarian awal dilakukan oleh masyarakat dan keluarga korban sekitar pukul 17.20 WIB, tetapi belum membuahkan hasil,” tambahnya.
Selanjutnya, Kapolsek bersama empat personelnya tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Tim Basarnas untuk menyisir aliran sungai.
“Kami masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas, untuk memperluas area pencarian. Kondisi arus sungai yang deras menjadi tantangan utama dalam proses ini,” jelasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi