Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi atau pemikiran bunuh diri, segera hubungi psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental terdekat.
SUARA INDONESIA, JEMBER- Tanda-tanda frustasi yang menjadi penyebab Danang Rizky Yopi Nurcahya (21), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), terjun dari lantai 8 Gedung C-Rissh (Center for Research in Social Science's and Humanities), kemarin petang, semakin terkuak.
Menjelang akhir, korban diketahui mengunggah pesan singkat di WhatsApp yang membangkitkan kecemasan. "Selamat tinggal," tulisnya, sekitar pukul 17.49 WIB atau dua menit sebelum korban terjatuh dari lantai 8. Rupanya, pesan itu menjadi awal dari petaka yang tidak terduga.
Kendati demikian, polisi masih belum menyimpulkan apakah pesan di status WhatsApp tersebut menjadi penanda kondisi psikologis korban sedang terguncang, hingga akhirnya memutuskan mengakhiri hidup dengan lompat dari lantai 8 gedung tersebut.
"Kami masih menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan bunuh diri ini. Kami belum dapat memberikan komentar pasti," ujar Kapolsek Sumbersari, Kompol Sugeng Piyanto, saat ditemui di Rumah Sakit dr. Soebandi Jember, kemarin malam.
"Kami masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta keluarga korban," tambahnya. Pihak kepolisian, kata dia, juga meminta rekaman CCTV untuk memperkuat penyelidikan.
Rekaman CCTV menunjukkan korban terjatuh dari lantai 8. Bagaimana dengan kondisi psikologis korban? Pihak kepolisian menunggu kedatangan keluarga korban dari Tulungagung untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.
"Setelah saya lihat dari CCTV, sepertinya mahasiswa itu bunuh diri. Kami masih menunggu pihak keluarga yang masih dalam perjalanan," kata Sugeng Piyanto. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi