SUARA INDONESIA JEMBER

Banjir Bandang Hantam Tiga Desa di Sumberjambe Jember, Akses Jalan Warga Terputus

Fathur Rozi - 24 December 2024 | 08:12
Peristiwa Banjir Bandang Hantam Tiga Desa di Sumberjambe Jember, Akses Jalan Warga Terputus
Petugas BPBD Jember terjun ke lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Sumberjambe. (Foto: PPID Kabupaten Jember)

SUARA INDONESIA, JEMBER- Minggu malam hingga Senin dini hari (23/12/2024), menjadi momen yang tak terlupakan bagi warga tiga desa di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hujan lebat berlangsung sejak sore hari, membanjiri rumah-rumah dan lahan pertanian. Tak ada yang menduga, malam tersebut akan menjadi awal dari bencana yang menghantam tiga desa.

Desa Rowosari, Desa Jambearum, dan Desa Gunungmalang terendam banjir bandang pada Senin (23/12/2024) pukul 01.00 WIB. Ketinggian air mencapai 1-2 meter, menghanyutkan segala yang dilaluinya. Camat Sumberjambe, Umar Faroek, menggambarkan kejadian tersebut.

"Hujan deras sejak pukul 10.30 WIB hingga malam hari menyebabkan sungai di aliran air terjun Tujuh Bidadari meluap. Banjir disertai material lumpur berpasir masuk ke jalan pemukiman dan rumah warga," kata Umar Faroek, berdasarkan laporan tertulis yang diterima Suaraindonesia.co.id, Selasa (24/12/2024).

Warga terkejut ketika air banjir memasuki rumah mereka. Warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga, namun banyak yang terhanyut. Suara teriakan mereka memecah keheningan malam yang mengkhawatirkan.

Tim penyelamat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan tim gabungan segera bergerak ke lokasi. Mereka bekerja sama membersihkan lokasi dan memulihkan akses jalan. Petugas menggunakan peralatan untuk mengangkat puing-puing dan membersihkan jalan.

Namun, kerugian sudah terjadi. Satu rumah warga di Dusun Gardu Timur, Desa Rowosari, rusak berat. Empat KK (14 jiwa) terdampak, termasuk dua balita dan satu lansia. Warga terdampak mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

"Kami sudah memantau kondisi cuaca dan memberikan peringatan, namun banjir datang secara tiba-tiba," tambah Umar Faroek.

Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana ini meninggalkan luka yang dalam bagi warga. Mereka kehilangan harta benda dan tempat tinggal. Upaya pemulihan dan pembersihan lokasi terus dilakukan. Pihak berwenang berencana mendistribusikan bantuan logistik dan mengirimkan tim Jitupasna untuk menghitung kerugian.

Kisah malam itu menjadi peringatan penting bagi kita semua. Bencana alam dapat terjadi kapan saja, dan kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghadapinya. Warga Sumberjambe berharap bantuan cepat tiba untuk memulihkan kehidupan mereka. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya