SUARA INDONESIA JEMBER

Bupati Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat, Penanganan Bencana Lebih Terkoordinasi

Fathur Rozi - 15 February 2026 | 02:02
News Bupati Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat, Penanganan Bencana Lebih Terkoordinasi
Bupati Jember, Muhammad Fawait bersama Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman, saat meladeni wawancara jurnalis. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan status tanggap darurat bencana setelah menerima peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Status tersebut diberlakukan pada 12-26 Februari 2026.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, kebijakan tersebut diambil untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah hingga tingkat bawah di Jember berjalan dalam satu sistem koordinasi.

Berdasarkan data BMKG, potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung pada 10-20 Februari. Curah hujan yang terjadi bahkan disebut sebagai yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan, pemerintah daerah segera menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu komando penanganan bencana.

Koordinasi tersebut melibatkan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta unsur relawan kebencanaan. “Kita harus bergerak bersama mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, pemantauan kondisi lapangan harus dilakukan secara cepat melalui koordinasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Masyarakat diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo menyatakan, status tanggap darurat memungkinkan percepatan mobilisasi sumber daya, baik personel maupun logistik penanganan bencana.

Menurut dia, fokus utama saat ini adalah penanganan dampak banjir bandang, termasuk perbaikan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman mengingatkan, kondisi curah hujan saat ini tergolong ekstrem dan tidak biasa.

“Kondisi ini serius, tetapi masyarakat diminta tetap tenang. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi warga selama masa tanggap darurat berlangsung,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya