SUARA INDONESIA, JEMBER- DPRD Jember minta agar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat memberi edukasi kepada peternak agar tidak panik saat ternaknya terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal tersebut, merupakan tindak lanjut atas banyaknya laporan mengenai adanya wabah PMK pada hewan ternak sapi yang cukup marak pada beberapa kecamatan di Kabupaten Jember.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto mengatakan, edukasi tersebut diperlukan, sebab jika peternak sapi mengalami kepanikan, maka mereka tidak segan-segan menjual ternaknya dengan harga miring.
Selain itu, Candra juga menyarankan kepada dinas peternakan agar masyarakat diberikan pemahaman bahwa sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi.
“Kecuali bagian-bagian daging yang terjangkit,” ujar Chandra saat dikonfirmasi seusai melakukan rapat dengar pendapat dengan DKPP Kabupaten Jember di Kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa 17 Desember 2024.
Politisi PDIP itu, juga meminta agar masyarakat diberi pengetahuan mengenai penanganan saat sapinya terjangkit. "Lalu saat sapi itu sudah mati, proses penanganannya juga perlu dijelaskan," paparnya.
Tak lupa, ia meminta agar DKPP Jember memberikan pemahaman tentang ciri-ciri PMK kepada peternak sapi. Sebab kata dia, sebagian masyarakat belum benar-benar memahami dan menganggap penyakit dengan gejala serupa adalah PMK.
"Dijelaskan tadi ada juga dimana sapi mengalami demam, dia ngiler, kakinya juga kaku. Dan itu dianggap oleh masyarakat adalah PMK, padahal bukan," tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi