SUARA INDONESIA, JEMBER- Di sebuah dusun kecil di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, semangat luar biasa terpancar dari sosok renta bernama Mardijah.
Usianya memang tercatat 90 tahun di dokumen resmi, namun kenyataannya, nenek itu telah melewati 104 kali tanggal 1 Januari. Dan tahun ini, ia bersiap menunaikan impian seumur hidupnya. Berangkat ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Mardijah bukan berasal dari keluarga berada. Semasa bugar, ia bekerja sebagai buruh tani. Di tengah teriknya matahari dan beban hidup, Mardijah menyisihkan uang dari hasil keringatnya. Sedikit demi sedikit, tak lebih dari Rp2.000 hingga Rp5.000 alias Goceng per hari. Tapi ia sabar, tekun, dan yakin. Tabungan recehan itu bukan sekadar simpanan, melainkan tangga kecil menuju impian besar.
“Dalam sehari, Ibu menyisihkan antara Rp2.000 sampai Rp5.000 untuk ditabung. Meski sedikit, Ibu rajin menabungnya,” tutur Rahmawati, menantu Mardijah, sambil tersenyum mengenang perjuangan sang mertua.
Kini, pendengarannya telah memudar. Jika ingin bicara dengannya, orang-orang harus sedikit berteriak agar suara mereka bisa ditangkap telinga tuanya. Tapi semangatnya? Tak sedikit pun luntur.
Setiap ada kegiatan manasik haji, Mardijah selalu hadir. Meski kesehatannya mulai goyah, ia tetap memaksa ikut latihan keberangkatan. Hingga suatu hari, dokter pun menyarankan agar ia beristirahat. Tapi Mardijah menolak.
“Sudah dilarang dokter supaya tidak ikut dulu, tapi Ibu tetap maksa. Katanya biar cepat berangkat,” ujar Rahmawati, terkekeh ringan saat menceritakan kegigihan sang mertua.
Saat ditanya anak sulungnya, dengan suara lantang di samping telinga, “Ibu senang apa tidak bisa naik haji?” Mardijah menatap lurus ke arah kamera dan menjawab singkat namun penuh makna: “Iya, saya senang.”
Dari suara parau dan tubuh renta itu, kita belajar bahwa impian tak mengenal usia. Dan bahwa tekad, bisa lebih kuat dari segala keterbatasan. Mardijah, sang nenek 104 tahun dari Jember, telah membuktikannya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi