Penolakan Pesantren di Situbondo, Gus Nur: Bila Perlu Saya Siap Mati 

Penolakan Pesantren di Situbondo, Gus Nur: Bila Perlu Saya Siap Mati 
Peristiwa Nasional
Gus Nur

SITUBONDO - Gus Nur atau yang memiliki nama   Sugi Nur Raharja, angkat bicara terkait penolakan Ketua GP Anshor Situbondo Yogie Kripsian Sah atas rencana pendirian Pesantren Tahfidz Qur'an di Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Hal itu disampaikan oleh Gus Nur melalui channel youtube pada Sabtu (25/7/2020) siang.

"Wallahi, bila perlu saya siap mati berkalang tanah  dimassa sama orang, mungkin akan tercatat dalam sejarah. Nanti akan ada cerita, di sini pernah ada orang mati gara-gara mau bangun pesantren," ucap Gus Nur.

"Pak Kapolres, Pak Camat, Pak Kodim, Pak Kades, intel dan semuanya, saya datang, tanyai saya. Saya mubahalah. Saya siap mati berkalang tanah gara-gara bangun pesantren," kata mubaligh kontroversial ini.

Gus Nur mengisahkan, proses-proses sebelum mendapatkan lokasi rencana pesantren di Besuki tersebut.

"Ustad Subhan, beliau Anshor, Banser. Beliau bilang, saya ini Anshor nasionalis. Situbondo, Besuki, apa kata saya. Pokoknya baik sama saya. Bahkan saya hadir dalam infaq beras yang programnya tiap Jumat. Akhirnya sejak saat itu saya diajak ke lokasi. Ustad Subhan itu baik sama saya. NU, Anshor, Banser, baik sama saya. Bahkan Kiai Rifa'i ngomong sama mantunya, Ustad Subhan, matoro'a ale'na. Maksudnya titip anaknya yang masih mondok," jelas Gus Nur dalam videonya.

Dia merespon apa yang  dipertanyakan Yogie Kripsian Sah terkait pelunasan pembelian tanah bakalan pesantren.

"Saya lunasi di rumah sekdes. Dengan materai 6000," ungkapnya sembari menunjukkan video proses transaksi tanah tersebut.

Menurut Sugi Nur Raharja, pesantren yang bakal didirikannya di Besuki adalah Cabang Palu.

"Di Palu yang ngajar bukan saya tapi dari dosen IAIN. Saya yang dirikan, begitu cara beragama saya, apa saya salah? Tidak menutup kemungkinan saya bangun rumah sakit, meski saya bukan dokter,"  terangnya.

Video tersebut ditayangkan di youtube sebagai klarifikasi atas penolakan Ketua GP Anshor bersama seorang ulama di Besuki. Muncul berita di media sosial dan mendapat respon beragam.

Sementara itu Yogie Kripsian Sah ketika dikontak melalui chat WhatsApp mengatakan jika dirinya masih ada acara dan akan menghubungi suaraindonesia.co.id.

"Saya masih ada acara dan akan menghubungi nanti mas," tulisnya pada pukul 15.13 WIB.

Dikonfirmasi ulang, Ketua GP Anshor tersebut berencana mendelegasikan seorang advokat untuk jumpa pers terkait respon pernyataan Gus Nur. (*)


Kontributor : Sarwo Edy
Editor : Irwan Rakhday
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar