Istri Tolak Hasrat Suami, Gadis 14 Tahun Jadi Sasaran Nafsu Bejat Ayah Tiri

Istri Tolak Hasrat Suami, Gadis 14 Tahun Jadi Sasaran Nafsu Bejat Ayah Tiri
Peristiwa Daerah
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat menggelar press release di Mapolres setempat

TUBAN - Kelakuan pria berinisial AA (34), warga Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini sungguh tidak manusiawi. Bagaimana tidak, AA tega mencabuli anak tirinya yang masih dibawah umur. 

Korban berinisial RNT (14), yang masih duduk dibangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini telah diruda paksa oleh ayah tirinya ini sebanyak 8 kali. Hal ini dilakukan sejak November 2019 lalu.

Kejadian ini baru terungkap pada Maret 2020 dinihari, saat ibu korban terbangun dari tidurnya dan mendapati bahwa anak gadisnya sudah tidak berada disampingnya. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan ketakutan dan menangis. 

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, pelaku telah mencabuli anak tirinya ini selama 8 kali. Masing-masing 4 kali pada November 2019 hingga awal Januari 2020 dirumah korban, dan empat kali diakhir Januari hingga Maret 2020 dilakukan dirumah pelaku. 

"Dari pengakuannya, pelaku ini sudah delapan kali menggauli anak tirinya ini selama lima bulan terakhir," ungkap Kapolres, saat gelar press release di Mapolres Tuban, Senin, (29/06/2020). 

Dalam menjalankan aksi bejatnya tersebut, pelaku menjanjikan akan membiayai semua kebutuhan pendidikan korban hingga ditingkat perguruan tinggi. Pelaku juga sempat memberikan kado ulang tahun kepada korban pada Januari lalu dan mengajak korban pergi sebuah cafe, serta memberikan sejumlah uang kepada korban.

"Pelaku juga pernah memberikan uang 50 ribu kepada korban, dan mengancam agar tidak menceritakan perbuatan bejatnya itu kepada ibu dan keluarga korban, dengan alasan aib antara pelaku dan korban," terangnya. 

Mantan Kapolres Madiun ini menerangkan, pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak tirinya ini, lantaran sang istri selalu menolak saat diajak berhubungan intim. Sehingga anaknya yang dijadikan sebagai sasaran hawa nafsunya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76 E atau Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76 D RI Nomor 17 Tahun 2016, Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2016,  Tentang Perubahan ke Dua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Pelaku anak diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan paling singkat 5 tahun penjara, ditambah sepertiga (1/3) ancaman maksimal, karena pelaku merupakan ayah tiri korban, dan denda paling besar Rp 5 miliar rupiah. 

"Pelaku akan kami jerat dengan pidana paling lama 15 tahun ditambah sepertiga hukuman maksimal menjadi 20 tahun penjara, dan denda 5 miliar," pungkasnya. 


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar