Sang Maestro Tak Buta'an Asal Jember, Tetap Berjuang Ditegah Era Milenial

Sang Maestro Tak Buta'an Asal Jember, Tetap Berjuang Ditegah Era Milenial
Tokoh
Sang Maestro saat berfoto bersama Tak Buta'an miliknya, Rabu (17/06/2020).

JEMBER - Ditengah era milenial, Djalal (54) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur tetap berjuang mempertahankan seni warisan nenek moyang bernamaTak Buta'an.

Bagi Djalal, seni ini bukan hanya sarana hiburan untuk melepas penat. Tetapi, itu adalah amanah dan warisan nenek moyang yang diajarkan kepadanya sejak kecil.

Tanpa rasa gengsi, Djalal mengenalkan budaya itu kepada anak cucu dan tetangganya agar tetap mencintai budaya itu.

"Saya mewarisi ini sudah turun temurun. Sampai saat ini masih tetap saya pertahankan. Ini amanah," ucapnya, Rabu (17/06/2020).

Diakuinya, mempertahankan seni Tak Buta'an tidak mudah. Namun, berkat kesabaran dan dukungan sang istri dirinya kuat.

"Kadang ada yang menentang, menganggap terlalu banyak kerjaan. Semua itu berhasil saya lalui karena ini warisan bapak dan nenek saya," ungkap pria dua orang anak itu.

Berkat kesabaran dan perjuangannya, kini Tak Buta'an yang ditelateninya bisa manggung di luar daerah. 

"Kita sering diundang acara slametan, pernikahan. Kalau ongkosnya tidak seberapa, kadang hanya cukup untuk ganti lelah saja. Namun, sejak musim Corona, kita libur total," sebutnya.

Kendati demikian, Djalal merasa senang dan berkomitmen akan tetap mempertahankan itu sampai akhir hayatnya.

"Senang, yang penting cukup buat ganti bensin kami siap manggung. Cukup satu saja tujuan kami, budaya ini bagaimana tetap eksis meskipun di jaman modern," harapnya.

Saat ditanya, sejauh mana peran pemerintah setempat terhadap seni Tak Buta'an. Dirinya mengaku tidak ada.

"Saya bingung mau menjawab. Setiap ada kegiatan agustusan kita selalu melibatkan diri mengenalkan budaya ini. Tapi kehadiran pemerintah hampir tidak ada," jawabnya sambil melempar senyum.

Salah seorang pegiat budaya yang sekaligus ketua Sanggar Seni Desa Arjasa, Ismanto membenarkan, kalau seni Tak buta'an di desanya masih tetap eksis hingga hari ini.

Menurutnya, hal itu tidak lepas dari peran sesosok Djalal yang getol mempertahankan budaya itu hingga hari ini.

"Dirinya mendapatkan gelar Maestro, selain ahli membuat ukiran topeng, Djalal juga mampu menari dan menabuh alat musik dan mampu menjadi pemrakarsa eksisnya seni itu selama ini," pungkasnya.

Simak video berikut:


Kontributor : Asikin
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar