Tuntut Diskon UKT, Puluhan Aktivis Mahasiswa IAIN Jember Aksi Sambil Bakar Ban

Tuntut Diskon UKT, Puluhan Aktivis Mahasiswa IAIN Jember Aksi Sambil Bakar Ban
Peristiwa Daerah
Aktivis Mahasiswa Membakar Ban Bekas di depan Rektorat IAIN Jember (foto Jurnalis Suaraindonesia.co.id)

JEMBER - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Elemen Mahasiswa, bergerak melakukan aksi sambil membakar ban bekas di depan kantor Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Jawa Timur.

Mereka melakukan orasi dan aksi, untuk menuntut keringanan atau diskon Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada kampus di masa pandemi Corona atau covid-19.

Mereka mengaku, beberapa kali berkirim surat ke pihak kampus dan melakukan audiensi kepada Rektor IAIN Jember, tapi tidak membuahkan hasil.

Dari itulah, sejumlah mahasiswa ini akhirnya melakukan aksi di depan gedung rektorat.

Nuria Vina Maulida, Presiden Mahasiswa IAIN Jember mengatakan bahwa, ia dan rekannya menginginkan kebijakan kampus itu pro terhadap mahasiswa.

"Sementara kebijakan rektor yang disampaikan lewat akun youtube Auvi Journalism itu hanya sebatas wacana, namun bukan berupa kebijakan yang legal dan formal," tegasnya usai melakukan orasi, Jumat(12/06/2020).

Menurut Vina, jika kebijakan itu tidak berupa surat keputusan resmi, maka itu sama saja bohong atau hoax.

Tapi berbeda jika ada surat keputusan, maka akan ada jaminan bahwa kebijakan itu benar-benar absah secara legal formal.

"Rektor IAIN Jember, harus mengeluarkan Surat keputusan (SK) atau surat edaran (SE) kebijakan kampus terkait keringanan UKT bagi mahasiswa di masa pandemi beserta standar operasional pelaksanaan (SOP)," cetusnya.

Dia juga mengungkapkan, Elemen Mahasiswa juga menuntut Rektor IAIN Jember harus memberikan hak Mahasiswa dan melibatkan SEMA dan DEMA Institute dalam proses seleksi serta memutuskan penerima banding keringanan UKT.

Tidak hanya cukup sampai di situ, Presma IAIN Jember seorang perempuan itu juga menuntut Rektor harus memberikan transparansi data penggunaan anggaran UKT Mahasiswa dan dana kemahasiswaan di masa pandemi ini.

"Kami juga menuntut Rektor IAIN Jember harus secara tegas ikut menyuarakan suara tuntutan Mahasiswa untuk mendapatkan diskon UKT kepada Kemenag RI," tuntutnya.

Dia menilai, dalam situasi pandemi ini kampus tidak mempunya kebijakan yang nyata dalam memberikan dan memudahkan keringanan pada mahasiswa, khususnya keringanan dalam membayar UKT. Walaupun situasi orang tua  Mahasiswa saat ini juga terdampak akibat pandemi corona.

Kata dia, Rektor IAIN Jember hanya mampu melontarkan wacana, namun belum memberikan bukti nyata terhadap mahasiswa. Bisanya hanyalah mampu melempar tanggung jawab bahwa, yang memiliki wewenang terkait yang memiliki kebijakan soal UKT itu ada Kemenag.

"Kebijakan itu mana buktinya. Apa dibuktikan dengan Surat Keputusan rektor atau surat edaran, faktanya itu tidak ada kan," pungkasnya.

Sebelumnya, Rektor IAIN Jember Babun Soeharto saat dikonfirmasi Suaraindonesia.co.id lewat sambungan selulernya tidak bisa menanggapi banyak.

Menurutnya, apa yang ditanyakan wartawan jawabannya sudah disampaikan kepada Presiden Mahasiswa Nuria Vina Maulida.

"Tanya ke mbak vina saja, semua sudah tahu jawabannya itu. Mbak vina saat halal bihalal itu yang ditanya. Jawabannya di Vina saja. Vina semua sudah paham itu," lugasnya singkat.

Pantauan media di lapangan, setelah aksi kedua usai salat Jumat mahasiswa tampak terlihat kecewa.

 

Simak video berikut:


Kontributor : Bahrullah
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar