default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Polisi Siap Bubarkan Tempat Keramaian, Melawan Dijerat Satu Tahun Penjara

Polisi Siap Bubarkan Tempat Keramaian, Melawan Dijerat Satu Tahun Penjara
Peristiwa Nasional
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di hadapan awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/03/2020).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Sebagai langkah antisipasi mencegah semakin meluas dan mewabahnya penularan virus corona, pemerintah semakin perketat aturan.

Jika memaksa mengadakan acara dan berkumpul di tengah wabah virus corona COVID-19 diancam 1 tahun penjara.

Pernyataan itu, disampaikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di hadapan awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/03/2020).

Kata Iqbal, perintah itu berdasarkan maklumat dan perintah Kapolri, agar personelnya mulai melakukan penertiban bagi orang yang masih berkerumun di keramaian.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa polri berhak menindak setiap orang yang melanggar dengan dasar 3 pasal sekaligus jika terbukti melanggar.

“Kami akan proses hukum dengan Pasal 212 KUHP, barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas bisa untuk kepentingan bangsa dan negara, dipidana. Kami tambahkan pasal 216 dan 218,” kata Iqbal dalam konfrensi persnya.

Berikut bunyi 3 pasal yang digunakan polisi dalam menjerat warga bandel yang melawan saat dibubarkan tersebut:

1.Pasal 212 KUHP yakni barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

2.Pasal 216 ayat (1) yakni Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

3.Pasal 218 KUHP yakni Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Sementara dalam maklumat Kapolri itu isinya secara rinci dijelaskan, beberapa kegiatan yang dilarang selama virus corona masih mewabah di Indonesia.

Adapun tempat yang dilarang, seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lain yang sejenis, sementara dihindari dan ditunda.


Kontributor : Yuni Amelia
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar