SUARA INDONESIA
Banner

Akselerasi Utilitas Sektor Digital, Menkominfo Targetkan Infrastruktur TIK Tuntas 2024

JEMBER- Pemerintah menargetkan penyelesaian dan pemerataan infrastruktur Teknologi Infomasi dan Komunukasi (TIK) di tahun 2024.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan pandemi Covid-19 dan disrupsi teknologi di seluruh sektor dalam kehidupan masyarakat menjadi pendorong percepatan akselerasi transformasi nasional.

Kementrian kominfo terus berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital, yang dimulai dari lapisan backbone, middle, mile sampai the last mile.

"Untuk mendorong migrasi aktifitas masyarakat, maka roadmap digital adalah menyelesaikan ICT infrastruktur yang tadinga didorong karena disrupsi teknologi," ungkapnya.

Pada lapisan backbone, pihaknya telah melakukan penggelaran lebih dari 359 ribu Km jaringan fiber optik hingga tahun 2021 baik di darat maupun di laut.

"Cakupan tersebut masih belum cukup. Di tahun 2022, kita masih membutuhkan sekitar 12.038 KM untuk menghubungkan jaringan secara keseluruhan," katanya.

Menurutnya, jaringan tulang punggung Palapa Ring dengan panjang 12.300 KM akan ditambah ekstensi Palapa Ring sepanjang 12.083KM di darat maupun laut.

Sehingga dengan demikian, diharapkan penggelaran fiber optik dapat memungkinkan utilisasi infrastruktur tulang punggung nasional menjadi lebih baik.

Selanjutnya, Menteri Kominfo menyatakan total fiber optik nasional yang di bangun hingga tahun 2022 yakni sepanjang 12.399 Km. 

Target tersbeut akan melengkapi hampir 370 ribu Km fiber optik yang panjangnya diperkirakan lebih dari 9 kali lingkaran bumi.

"Harus selesai dari ujung ke ujung, kalau tidak maka utilisasinya tidak akan bisa optimal. Kominfo harus melengkapi karena didorong oleh akselerasi transformasi digital. Kalau tidak bisa kita tunggu operator, tapi sampai kapan kita tidak tau. Kita harus melakukan percepatan," ungkapnya dalam forum Pemimpin Redaksi "Mendigitalkan Indonesia: Retrospeksi 2021 dan Outlook 2022 Kementrian Kominfo, Selasa (28/12/2021).

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan lapisan middle mile berupa microwave link, fiberlink dan satelit, untuk pemerataan akses infrastruktur digital.

"Khusus satelit, kami telah menyusun Peta Jalan Satelit Indonesia dengan menyiapkan satu high troughphut satelitte atau SATRIA-1," ucapnya.

Dirinya menilai, semakin banyak kapasitas yang disediakan maka kapasitas satelit yang dibutuhkan juga akan lebih besar.

"Saat ini Indonesia menggunakan 9 satelit yang 5 diantaranya satelit nasional. Untuk kebutuhan telekomunikasi nasional kita dengan kapasitas 50Gbps," katanya.

Meski demikian, Kominfo menggunakan lebih dari setengah satelit nasional, yakni 27 Gpbs.

Seperti diketahui, dalam Peta Jalan Satelit, Indonesia membutuhkan sekitar 1 TBps atau 1000 Gbps yang akan dipenuhi melalui SATRIA-1.

Saat ini, SATRIA-1 dalam proses produksi baik dari teresterial komponen, baik di darat maunpun luar angkasa, melalui Kementrian Kominfo dan penyelenggara atau operator sedang bekerjasama dalam BLU BAKTI.

Menkominfo juga memaparkan terkait pembangunan the last mile berupa Base Transvceivee Station (BTA), yang ditargetkan rampung pada tahun 2022.

"Totalnya sebanyak 83.218 desa dan kelurahan, 12.548 diantaranya itu blankspot," paparnya.

Menurutnya, dari jumlah tersebut sebanyak 3.435 diantaranya berada di wilayah komersil dan 9.113 di wilayah terluar, terpencil dan terdepan.

"Nanti kita harapkan di akhir tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan yang blankspot itu, sudah terlayani dengan sinyal 4G," tandasnya.

Apa Reaksi Anda?