SUARA INDONESIA
Banner

Ustaz Hanan Attaki: Makna Musibah Dalam Kehidupan

JEMBER-Musibah secara bahasa memilki arti kejadian menyedihkan yang menimpa seseorang, baik karena faktor alam maupun manusia. Sedangkan jika mengacu pada Al-Qur'an, terdapat beberapa makna yang dapat digunakan untuk memahami perkara musibah yang sedang dihadapi.

Di antaranya dalam QS Al-Ankabut, dalam surah ini disebutkan bahwa musibah merupakan salah satu cara Allah untuk menguji keimanan dan kesabaran hamba-Nya. Selain itu dalam ayat lain, dikatakan bahwa musibah adalah jalan untuk pengampunan, penyembuh berbagai penyakit serta sebagai sarana pembalasan akan kesalahan yang telah di lakukan.

"Apakah manusia mengira, bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Aku beriman," dan mereka tidak diuji? Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta," QS Al-Angkabut 2-3.

Menurut ustaz Hanan Attaki, musibah merupakan cara Allah mengabarkan kepada hamba-Nya berita gembira, tentang kebahagian setelah kesengsaraan. 

Dirinya mengatakan jika seseorang berharap mendapat kemudahan, ataupun kesenangan selama hidup, maka yang pertama kali dia rasakan adalah kesusahan.

"Kalau kalian ingin dapat kemudahan biasanya lewat kesusahannya dulu. Kalau kalian ingin dapat keberuntungan, biasanya dapat kerugian dulu," ujarnya dalam kanal YouTube Simple Nasehat.

Dirinya juga menambahkan, bahwa nantinya kesusahan itu tidak akan sebanding dengan kemudahan juga kebahagian setelahnya. Duka yang dirasakan tersebut hanya sebagian kecil dari suka cita yang akan Allah berikan, jika hamba-Nya mampu bertahan dalam ujian yang Dia berikan, baik dalam bentuk musibah, maupun rasa gelisah.

Hal itu, sesuai dengan janji Allah dalam QS Al-Insyirah, yang menyebutkan bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan. Ia mengungkapkan begitu dahsyatnya janji Allah, konsep ini bahkan ditegaskan hingga dua kali dalam surah tersebut.

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan selalu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan," QS Al-Insyirah 5-6.

Namun, ustaz Hanan mengungkapkan, masih banyak orang-orang yang gagal memahami hal tersebut, sehingga lebih memilih menyerah pada ujian yg sedang dihadapi.

"Kalau kita mau kejutan dari Allah, kita kasih uang muka dulu. Uang mukanya apa? Musibah, kesusahan, rasa tidak nyaman, itu uang mukanya. Uang muka terhadap Allah atas hadiah-hadiah besar yang ingin Allah kasih setelahnya. Cuman banyak orang menolak uang muka ini," tandasnya. (Ree)

Apa Reaksi Anda?